17
Sep
08

Derita Ibu 9 Anak : Ditingal Mati Suami, Diperkosa Anak

Derita Ibu 9 Anak :

Ditingal Mati Suami, Diperkosa Anak

Darwis >> Langkat

Tragis benar nasib yang dialami Net (36) warga Desa Halaban Keude, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat ini. Setelah ditingal mati suaminya satu setengah tahun silam, kini musibah yang lebih berat lagi datang menghampirinya. Anak yang selama ini dikasih dan disayangi tega-teganya memperkosa dirinya nya. Tak cuma perbuatan yang tak manusiawi itu saja yang dialami korban.

Pelaku juga kerab mengancam akan membunuh korban bila berani menceritakan apa yang terjadi kepada siapa saja. Karena takut akan keselematan jiwanya, korban hanya bisa pasrah menerima perlakuan pelaku yang kian hari semakin menjadi-jadi itu. Namun, tekanan yang ditagung korban ahirnya berahir juga dikantor Polisi.

Karena tak tahan terus menjadi pelampisan nafsu birahi pelaku, ahirnya Rabu (2/7) lalu korban melaporkan apa yang dialaminya ke Polsek Besitang. Saat ditemui POSMETRO Kamis (3/7) di Besitang, korban megisahkan awal terjadinya cerita yang seharusnya tidak perlu diceritakan itu. Katanya, cerita pahit yang dialami korban berawal dari dua bulan yang lalu.

Saat itu korban yang membuka usaha kedai dirumah nya ini hendak menutup kedai. Ketika itu jam telah menunjukkan pukul 02.30 Wib dini hari. Begitu korban mengunci pintu dan mulai rebahan diatas tempat tidur, tiba-tiba Iwan Sembiring (28) datang mengetuk pintu rumah.

Korban yang mendengar pintu rumahnya diketuk orang, lansung bangkit dari tempat tidur dan mendekati pitu rumah sambil mengintip keluar dari celah-celah lubang dinding. Dari lubang itu korban melihat Iwan berdiri tegak didepan pintu. Oleh korban, kedatangan Iwan yang tak lain adalah anak tirinya ini lansung disambut baik sambil menanyakan keperluan pelaku datang malam-malam. Waktu itu pelaku mengaku hendak meminjam korek api.

Tanpa punya pirasat jelek sedikitpun, korban langsung mengambilkan korek api yang diminta dan menyerahkan kepada pelaku. Tapi pelaku minta dibukakan pintu. “ Waktu itu dia (Iwan) minta dibukakan pintu,” ujar korban. Begitu masuk kedalam rumah, pelaku langsung menarik tangan korban. Diperlakukan secara tidak wajar oleh pelaku, korban sempat menepis tangan orang yang selama ini telah dianggap seperti anak kandung itu.

Rupanya sikap berontak korban tidak diindahkan pelaku. Karena kesal dengan ulah pelaku, korban sempat berteriak waktu itu. Mendegar suara korban mulai berisik, ahirnya pelaku bergegas keluar rumah dan langsung pergi. Selang tiga hari kemudian, pelaku kembali menyambangi kediaman korban. Meski tiak ingat tanggal dan harinya, yang pasti pelaku datang menjelang dini hari.” Cetus korban seraya menambahkan kedatangan pelaku yang kedua ini tanpa sepengetahuanya.

“ Waktu aku sudah tertidur didalam kamar sama anakku, Ri yang masih berusia 5 tahun, tiba-tiba saja tubuh ku ditidih orang dari belakang, begitu aku berbalik kulihat Iwan. Aku kaget setengah mati, tapi Iwan semakin beringas, ia memegang kedua belah tanganku sambil menghunus sebilah pisau ditangannya. Ketika itu aku sempat menangis dan berucap kepada Iwan “ sampai hati kau memperlakukan aku seperti ini “ kataku.

Tapi Iwan bukanya iba, ia malah mengancam akan membunuh bila aku terus melawan dan tidak menuruti keinginanya. “ Jangan banyak cerita kau sama aku, “ sergah pelaku saat itu. Korban yang kalah tenaga dengan pelaku ahirnya hanya bisa pasrah saja ketika pakaian yang dikenakanya satu persatu dipereleti pelaku.

Disaat tak berdaya tadi, korban berhasil disetubuhi pelaku. “ Yang membuat saya begitu terpukul, kok tega dia menyetubuhi orang yan pernah menjadi istri ayah kandungnya dan yan lebih pedihnya lagi, ketika Iwan meniduri saya, dilihat oleh adiknya Ri yang tidur disebelah saya.” Bilang korban sambil menyeka air mata. Setelah puas menyalurkan birahi syetannya, pelaku bergegas pergi meningalkan korban yang terpana seorang diri meratapi nasibnya yang malang .

Sebelum melangkah jauh, pelaku masih sempat berpesan kepada korban untuk tidak menceritakan apa yang baru saja terjadi kepada siapa saja. Sejak kejadian itu korban berupaya menutupi apa yang dialami tadi dari siapapun. Sayangnya, pelaku yang tiggal tak jauh dari kediaman korban inipun terus datang menteror. Biasanya pelaku datang kerumah korban menjelang pukul 03.00 dini hari dan dalam keadaan mabuk minuman keras (Miras).

Yang membuat korban semakin ketakutan, setiap datang kerumahnya, pelaku selalu mengatakan “ Setiap kali aku perlu, kau harus melayani aku,” katanya. Sikap kasar pelaku terhadap korban sudah tidak dapat ditolerir lagi, intinya setiap kali datang kerumah korban, pelaku selalu minta diperlakukan istimewa oleh korban. Dan Selasa (1/7) dini hari, pelaku datang kerumah korban. Sama seperti malam-malam sebelumnya, pelaku selalu datang kekediaman korban disaat orang lain sedang tidur lelap.

Malam itu korban yang telah tertidur kembali dikejutkan dengan kedatangan pelaku. Sebelum masuk kedalam kamar, korban masih sempat melihat pelaku duduk minum bersama Atik warga setempat beberapa meter dari rumahnya. Tidak berapa lama, pelaku datang kerumah korban minta dilayani dan dihidufkan musik. Karena hari telah larut, korban mengigatkan kepada pelaku untuk tidak menghidufkan musik.

Tapi pelaku tidak mau peduli, ia tetap ngotot minta dilayani oleh korban. Dengan nada emosi, pelaku memaki-maki korban sambil melempar gelas ke steling. Tak cukup sampai disitu, satu tamparan keras juga dialamatkan pelaku kebagian wajah korban sebelah kanan. Diperlakukan secara tidak manusiawi oleh pelaku, korban mengerang kesakitan sambil berteriak meminta tolong. Warga sekitar yang kebetulan belum tertidur sempat terjaga dan mendengar pekikan korban.

Tak tahan terus diperlakukan secara semena-mena, ahirnya dengan berat hati persoalan inipun diboyong korban ke Polsek Besitang. Sialnya, laporan pengaduan korban sempat ditolak oleh petugas piket jaga saat itu. “ Kalau masalah perlontean seperti ini kok mengadu, sana pulang kau,” bentak seorang petugas jaga ketika itu kepada korban.

Saya datang kekantor Polisi mau melapor malah dibentak-bentak,” imbuh korban seraya menambahkan laporan baru diterima setelah dirinya bertemu dengan Kanit Reskrim Polsek Besitang. Walau pengaduanya sudah diterima, namun bukti tanda laporan pengaduan korban tidak diberikan Polisi. “ Dibilang sama bapak Polisi juru periksa (juper) nya, besok (jum’at) saya disuruh datang untuk melakukan visum.” Cetus korban sambil mengeser duduknya.

Sementara Kapolsek Besitang melalui Kanit Reskrim Iptu. Z Lubis ketika dikonfirmasi POSMETRO melalui telepon selulernya Kamis (3/7) mengatakan, pihaknya memang telah menerima pengaduan korban, tapi bukan dalam kasus pemerkosaan melainkan pengrusakan. “ Korban memang ada mengadu ke Polsek dan sudah kita terima, tapi laporanya karena pengrusakan oleh anak tirinya Iwan, bukan pemerkosaan, kalau masalah pemerkosaan ini saya belum tau, meskipun begitu akan kita selidiki,” ujar Iptu Z Lubis.

Ditingal Mati Suami Lalu Diperkosa Anak

Penderitaan yang dirasakan Net, seakan tidak pernah ada habis-habisnya. Dimasa kecilnya, Net tidak pernah mengecap rasanya dunia pendidikan. Terlahir ditengah-tengah keluarga yang serba kesulitan, menyebabkan kedua orang tua Net tidak mampu menyekolahkannya saat itu.

Net hanya pernah duduk dibangku kelas III Sekolah Dasar (SD). Sejak saat itu, ia lebih banyak menghabiskan hari-harinya membantu kedua orang tuanya. Disalah satu desa di Kota Langsa-NAD, Net dibesarkan. Tanpa terasa seiring berjalannya waktu, Net yang remaja tumbuh dewasa. Untuk meringankan beban ekonomi keluarga, Net berusaha mencari kerja kesana kemari. Mulai dari menjadi pembantu rumah tangga dan kerja lainya, pernah ia lakukan.

Hingga disuatu hari Net bertemu dengan seorang lelaki yang ahirnya menjadi suaminya. Rumah tangga Net dengan pria ini begitu bahagia, meski kebutuhan ekonomi mereka serba pas-pasan kala itu. Kebahagian tadi ditambah lagi dengan hadirnya empat orang anak hasil buah cinta Net dengan sang suami. Namun takdir berkata lain. Kebahagian yang dikecap Net tidak berlangsung lama. Sang suami terlebih dulu menghadap sang khalik setelah penyakit yang diidapnya tak kunjung sembuh.

Pasca kematian suami pertamanya tadi, Net harus membesarkan keempat anak-anaknya seorang diri. Net harus banting tulang seorang diri mencari rupiah demi sibuah hati. Tak mau anak-anaknya terlantar, Net pun terjerumus “ kelembah hitam” dan terperangkap ditangan seorang germo. Demi mencukupi kebutuhan anak-anaknya, Net rela bekerja ditempat yang sama sekali tidak pernah ia pikirkan tersebut.

Mulai hari itu, Net bekerja disebuah kafe remang-remang yang melayani lelaki-lelaki pencari sex. Rupanya keberuntungan masih berpihak kepada Net. Pada suatu malam, ia berkenalan dengan seorang pelanggan yang datang ketempatnya bekerja. Orang yang baik hati itu adalah S. Sembiring (alm). Setelah saling berbagi rasa dan cerita, ahirnya Net ditawari oleh S Sembiring untuk menjadi istrinya dengan catatan Net harus keluar dari pekerjaanya itu.

Ketika itu S Sembiring mengaku seorang duda yang ditingal mati istrinya. Merasa ada orang yang peduli dan menyanginya, Net menerima ajakan S. Sembiring untuk memperistri dirinya. Setelah sepakat, ahirnya mereka melangsungkan pernikahan. Dan yan paling bahagia ketika itu bagi Net, orang yang ikut menikahkannya adalah Iwan Sembiring yang tak lain putra S Sembiring . Walaupun usia Net dan S Sembiring terpaut jauh, tapi bagi Net semua itu tidak menjadi masalah baginya. Begitu resmi menyandang status sebagai istri S Sembiring , Net tak pernah lagi mengenal yang namanya dunia malam.

Setelah 14 tahun hiduf bersama suami keduanya, Net dikarunia 5 orang anak Lagi-lagi takdir berkata lain. Satu setengah tahun lalu persisnya sekitar tahun 2006 lalu, S Sembiring menghembuskan napas terahirnya dalam usia 56 tahun. Suami kedua Net ini tewas setelah terlibat kecelakaan jalan raya di Besitang. Setelah kematian suaminya tadi, Net harus mencari nafkah seorang diri untuk mencukupi kebutuhan anak-anaknya yang masih kecil dari buah perkawinan dengan S Sembiring .

Untuk menopang hiduf, Net membuka warung dikawasan Desa Halaban Kede. Ditempat ini, ibu sembilan orang anak inipun berniaga minuman botol dan kaleng. Tapi, belum lagi penderitaanya berahir, anak yang seharusnya dapat dijadikan tempat berlindung dan mengadu, malah tega memangsanya dengan buas tanpa belas kasihan. “Bathin saya sakit kali dibuatnya, waktu saya selesai disetubuhi sama dia (Iwan), saya langsung masuk kedalam kamar mandi membersihkan spermanya.

“ Dikamar mandi itu saya sempat menyumpah atas apa yang telah ia perbuat, hanya saya dan tuhanlah yang tau sumpah serapah saya itu, kenapa dia tega memperkosa saya, padahal dia itu sudah seperti anak kandung saya sendiri, kalau dia tidak uang untuk beli rokok sering saya beri, dan kalaupun dia mau menyalurkan birahiya, kenapa harus sama ibunya, kenapa tidak kepada perempuan malam yang banyak disini.” Cetus Net berurai air mata.(darwis)

About these ads

10 Responses to “Derita Ibu 9 Anak : Ditingal Mati Suami, Diperkosa Anak”


  1. 1 abdul heris rusli
    September 18, 2008 pukul 5:38 am

    kejadian ini bukanlah satu2nya kejadian di indonesia, penyebebabnya adalah rendahnya tingkat pendidikan bangsa kita. orang indonesia menganggap pendidikan itu hanya utk mencari pekerjaan. Multi komplek masalah sosial ini yg tdk bisa selesai dalam satu kali tepukan tangan, plak …selesai.

  2. 2 Dark Angel
    September 22, 2010 pukul 6:53 am

    Saya Setuju Sekali…Masalah Sosial Erat Sekali Dengan Masalah Pendidikan Baik Formal maupun Non Formal….Didalam Neara yang Kuat..terdapat Waraganegara yang pendidikannya Kuat

  3. 3 doni gendut
    November 15, 2010 pukul 9:15 am

    Jangan-jangan si Net menikmatinya juga. Sehingga bisa saja Net melaporkan Iwan Sembiring ke Polisi karena jengkel, sebab si Iwan sudah tidak bisa memuaskannya lagi.

  4. April 7, 2012 pukul 4:46 am

    orang begtu hrus di beri ganjar seberat2 nya

  5. 5 Alf Aplus
    Oktober 30, 2012 pukul 11:15 am

    Apa yang terjadi,Semoga itulah yg terbaik…

  6. 6 wiwik kurniati
    Januari 28, 2013 pukul 8:16 am

    sedih sekali mendengar cerita ini,sabar ya bu banyak doa karena masih ada anak ibu yg lain yg jadi tumpuan harapan

  7. 7 tri
    April 11, 2013 pukul 4:52 pm

    sex yuk 081336343401

  8. Juni 6, 2013 pukul 5:03 am

    itu perlakuan yang tidak patut di contoh

  9. November 17, 2013 pukul 6:43 am

    terakasih ya sob atas informasinya untuk kalian yang baca sbg pembaca yang baik harap tinggalkan komentar

  10. 10 herman
    Januari 9, 2014 pukul 9:16 am

    sabar dan tenang menghadapi hidup ini


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Kalender Tulisan

September 2008
S S R K J S M
    Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Administratur

Photobucket

Kontibutor :

Darwis, Aswin, Fachruddin, Fandi Photobucket darwis pos metro

Banner Anti Korupsi

Photobucket banner bahaya laten korupsi

Link Berita :

Photobucket

Komunitas Blogger Sumut

Klik tertinggi

  • Tidak ada

Yang Mampir:

  • 172,154 pengunjung
Locations of visitors to this page [URL=http://flagcounter.com/more/Bqu][IMG]http://flagcounter.com/count/Bqu/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=2/maxflags=12/viewers=0/labels=0/[/IMG][/URL]

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: