15
Sep
08

ICW Ingatkan Parpol Jangan Memanipulasi Publik

ICW Ingatkan Parpol Jangan Memanipulasi Publik

PDF

Print

E-mail

http://antikorupsi.org/indo/index.php?option=com_content&task=view&id=13343&Itemid=2

Senin, 15 September 2008

Indonesia Corruption Watch atau ICW mengingatkan partai politik supaya jangan memanipulasi publik dengan kontrak politik antikorupsi. Sebab, kontrak politik antikorupsi tanpa aksi nyata untuk meminimalisasi terjadinya korupsi di tubuh parpol itu justru hanya komitmen sebatas omongan belaka atau lipservice. Kritik ini disampaikan anggota Badan Pekerja ICW, Adnan Topan Husodo, di Jakarta, Sabtu (13/9). Ia menanggapi kegiatan sejumlah parpol yang membuat kontrak politik antikorupsi atau melakukan baiat pada calon anggota legislatif (caleg) yang akan diusulkan agar mereka punya komitmen antikorupsi.

”Dengan kontrak politik antikorupsi atau baiat caleg untuk tidak korupsi, memang kesannya partai tengah membangun citra positif di masyarakat, di tengah banyaknya anggota DPR yang diduga melakukan korupsi,” kata Adnan.

Padahal, lanjut Adnan, bila diperhatikan secara saksama, parpol sama sekali tidak melakukan perubahan fundamental sebagai bukti keseriusan memberantas korupsi. Salah satu contohnya, rekrutmen politik masih bersifat elitis dan menunjukkan adanya oligarki di dalam tubuh partai serta praktik jual beli nomor urut caleg di tubuh partai.

”Tindakan parpol ini membuat kami berpikir, partai peserta pemilu demi mencari simpati masyarakat, mereka tengah memanipulasi publik seolah-olah memiliki komitmen terhadap pemberantasan korupsi. Namun, di internal partai itu, sama sekali tak ada perubahan perilaku dan kultur sama sekali,” ujar Adnan.

Menurut Adnan, partai masih sangat longgar membiarkan kadernya yang menjadi anggota DPR berimprovisasi dalam mencari dana. Bahkan, tak ada sanksi tegas terhadap anggota DPR yang diduga korup. Seharusnya partai memiliki pengawas di DPR sehingga kadernya yang nakal bisa cepat diketahui dan segera diberi sanksi serta diganti.

Secara terpisah, Minggu, Sekretaris Jenderal Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Yuna Farhan menegaskan, isu antikorupsi pasti akan diusung dalam kampanye parpol peserta Pemilu 2009. Retorika politik untuk menunjukkan citra parpol yang lebih baik sah-sah saja dilakukan, termasuk untuk menjanjikan antikorupsi. Akan tetapi, masyarakat sebaiknya jeli melihat parpol mana yang mempunyai reputasi baik dalam gerakan antikorupsi.

”Sekarang, kan, sudah terlihat bagaimana sikap parpol yang anggotanya terkena kasus korupsi. Dengan melihat sikap parpol itu, tentunya masyarakat sudah harus pintar memilih wakilnya nanti di Pemilu 2009,” kata Yuna.(vin/sie)

Sumber: Kompas, 15 September 2008


0 Responses to “ICW Ingatkan Parpol Jangan Memanipulasi Publik”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Kalender Tulisan

September 2008
S S R K J S M
    Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Administratur

Photobucket

Kontibutor :

Darwis, Aswin, Fachruddin, Fandi Photobucket darwis pos metro

Banner Anti Korupsi

Photobucket banner bahaya laten korupsi

Link Berita :

Photobucket

Komunitas Blogger Sumut

Yang Mampir:

  • 267,159 pengunjung
Locations of visitors to this page [URL=http://flagcounter.com/more/Bqu][IMG]http://flagcounter.com/count/Bqu/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=2/maxflags=12/viewers=0/labels=0/[/IMG][/URL]

%d blogger menyukai ini: