15
Sep
08

Pisahkan Rekening Pribadi dan Lembaga, Instruksi KPK kepada Pejabat Daerah

http://www.kpk.go.id/modules/news/article.php?storyid=2898

Pisahkan Rekening Pribadi dan Lembaga, Instruksi KPK kepada Pejabat Daerah

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak menyikapi munculnya 1.000 laporan transaksi keuangan mencurigakan (LTKM) di daerah yang dibeberkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). KPK akan menggandeng Bank Indonesia (BI) agar pejabat daerah memisahkan rekening lembaga dan rekening pribadi.

“Harus diakui, kondisi itu (mencampur rekening pribadi dan lembaga-red) selama ini memang banyak terjadi. Pemisahan rekening tersebut juga menjadi program kami dalam bidang pencegahan,” jelas Wakil Ketua KPK Haryono kemarin.

Sebagai langkah awal, pihaknya akan meminta laporan dari PPATK terkait dengan transaksi mencurigakan itu. Menurut dia, pejabat di daerah memang sering mencampur rekening pribadi dengan rekening pengelolaan keuangan daerah. “Nanti yang diambil (keuntungan) adalah bunga bank yang tumbuh,” ungkapnya.

Menurut Haryono, modus pencampuran rekening tersebut biasanya memang tidak sampai mengeruk uang pokok yang disimpan.

Namun, yang perlu ditekankan, kata dia, pengelolaan keuangan daerah tidak berusaha mencari untung dari penyimpanan uang di bank tersebut. Akhirnya, pejabat yang mengambil keuntungan dari bunga itu.

Yang perlu ditelusuri, kata dia, apakah para pejabat daerah tersebut mengetahui bahwa pencampuran rekening tersebut termasuk larangan atau bukan. “Demi pencegahan, mereka perlu diingatkan dulu. Kecuali kalau sampai merembet ke uang daerah yang disimpan dalam rekening tersebut,” ujarnya.

Agar model penyimpangan semacam itu tidak makin berlarut, ucap Haryono, KPK juga mengambil sikap untuk mendorong agar proyek yang dibiayai daerah tersebut segera dilaksanakan

Dengan begitu, uang APBD itu tidak berlama-lama ngendon di rekening pejabat. “Ya, proyeknya harus segera terlaksana, jangan sampai berlama-lama terus di bank,” tegasnya.

Sebagaimana diberitakan, laporan PPATK memang mengejutkan. Dalam tempo delapan bulan saja, periode Januari 2008 hingga 22 Agustus 2008, lembaga tersebut menerima sekitar 375 laporan transaksi keuangan mencurigakan (LKTM). Semua berada di daerah.

Bila dihitung sejak lembaga tersebut didirikan (enam tahun lalu), temuan LKTM yang terkait dengan keuangan daerah semakin banyak. Jumlahnya sudah lebih dari 1.000 LKTM. Laporan itu tidak hanya berasal dari bank pembangunan daerah (BPD), tapi juga bank-bank umum di daerah. Modus yang paling sering digunakan dalam pengelolaan keuangan daerah, sehingga menjadi transaksi yang dicurigai, adalah menggunakan rekening pribadi. Caranya, dana APBD dipindahkan ke rekening pribadi. Setelah itu uangnya dipakai untuk kepentingan pribadi. Dana tersebut akan tercampur dengan dana pribadi, sehingga akan sulit dipertanggungjawabkan. Modus lain, dana APBD digunakan untuk membeli produk-produk jasa keuangan melalui unit link, misalnya membeli produk reksadana.

Koordinator Divisi Monitoring Indonesian Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho mengungkapkan, pejabat yang mencampur APBD dengan rekening pribadi bisa dikenai pidana. “Yang menjadi persoalan, mereka mengais untung dari uang negara. Itu yang tidak bisa ditoleransi. Harusnya KPK cepat-cepat saja tindak lanjuti temuan-temuan PPATK itu,” tegasnya.

Dia menuturkan, dalam bentuk apa pun, seorang pejabat juga dilarang menanamkan dana APBD ke bentuk reksadana. “Kalau untung, masuk siapa? Sementara kalau rugi, siapa juga yang menanggung? Yang pasti, penggunaan dana APBD sudah diprogram lebih dulu,” ujarnya. **
Sumber : Indo Pos, 31 Agutus 2008


0 Responses to “Pisahkan Rekening Pribadi dan Lembaga, Instruksi KPK kepada Pejabat Daerah”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Kalender Tulisan

September 2008
S S R K J S M
    Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Administratur

Photobucket

Kontibutor :

Darwis, Aswin, Fachruddin, Fandi Photobucket darwis pos metro

Banner Anti Korupsi

Photobucket banner bahaya laten korupsi

Link Berita :

Photobucket

Komunitas Blogger Sumut

Yang Mampir:

  • 267,159 pengunjung
Locations of visitors to this page [URL=http://flagcounter.com/more/Bqu][IMG]http://flagcounter.com/count/Bqu/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=2/maxflags=12/viewers=0/labels=0/[/IMG][/URL]

%d blogger menyukai ini: