08
Okt
08

Korupsi Rp.1,8 Milyar Di Dinas P&P Langkat, Pimpro Diperiksa

Korupsi Rp.1,8 Milyar Di Dinas P&P Langkat Terus Di Kuak :

Polres Langkat Periksa Pimpro Pengadaan Barang

Darwis >> Langkat

Meski berjalan lambat, tapi kasus dugaan korupsi yang menggunung didinas Pendidikan dan Pembelajaran (P&P) Kabupaten Langkat terus dikuak. Satu persatu orang-orang yang namanya terlibat dalam korupsi dibidang dunia pendidikan itupun mulai dipangil oleh penyidik baik secara terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi untuk menghindari pantauan wartawan maupun pihak-pihak lainya.

Seperti Rabu (8/10) kemarin, pihak Polres Langkat memangil Adilta Bangun yang disebut-sebut sebagai Pimpinan Proyek (Pimro) pengadaan barang dan jasa dilingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat. Pemanggilan Adilta ke Polres Langkat masih sebatas dimintai keterangan saja alias saksi atas terjadinya penyimpangan , namun tidak tertutup kemungkinan status saksi yang disandang Adilta akan berubah menjadi tersangka karena selama ini yang menangani segala Proyek di P&P adalah Adilta baik yang dananya bersumber dari DAK (Dana Alokasi Khusus) maupun Dana Alokasi Umum (DAU).

Untuk memenuhi pangilan Polisi, sekitar pukul 09.20 Wib Adilta mendatangi Polres Langkat sebelum ahirnya masuk keruangan unit sidik Ekonomi guna menjelaskan kasus yang menjeratnya. Selang beberapa jam berada diruangan tersebut persisnya sekira pukul 11.30 Wib, Adilta keluar dan langsung pergi terburu-buru dengan raut wajah muram.

Menurut keterangan yang dikumpulkan POSMETRO MEDAN dari bebeberapa sumber yang terpercaya menyebutkan, pemangilan terhadap Adilta sekaitan adanya laporan masyarakat kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) pekan kedua September 2008 yang menyebutkan telah terjadi pemotongan dana DAK yang dikucurkan Pemerintah pada tahun 2007 lalu sebesar Rp.1,875 juta yang dilakukan oleh petingi didinas tersebut .

Dana DAK yang dikucurkan sebesar Rp.250 juta untuk setiap sekolah dan ditujukan kepada 75 sekolah di Langkat, telah disunat sekitar Rp.100 juta setiap sekolahnya oleh Pimro yang diduga merupakan perintah atasanya. “ Dari Rp.250 juta tadi pihak sekolah hanya menerima dana DAK sekitar Rp.150 juta.” Ujar sumber seraya menambahkan kasus ini terus diusut karena adanya surat KPK yang masuk ke Polres Langkat yang intinya meminta kepada Polres Langkat menyingkap kasus ini dan menyeret para pelakunya sampai kemeja hijau.

Selain dugaan Korupsi terhadap dana DAK dan DAU yang nilainya milyaran rupiah, dinas P&P juga dituding melakukan markup Rp.307.173.800 juta atas pembelian computer yang dananya bersumber dari APBD ta 2007. Sementara, pada tahun anggaran 2007, Pemkab Langkat telah menganggarkan belanja langsung sebesar Rp 432.485.550.252,55 dengan realisasi sampai dengan 31 November 2007 sebesar Rp 68.464.826.742 atau 15,83% dari anggaran.

Hasil pemeriksaan secara uji petik yang dilakukan BPK atas pelaksanaan Belanja Langsung Tahun Anggaran 2007 pada Dinas P dan P Langkat diketahui, sejumlah harga barang dibeli melebihi batas harga wajar di pasaran dengan jumlah sebesar Rp 307.173.800. Untuk pengadaan 50 unit komputer Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Langkat bekerja sama dengan UD Eka Karya melalui perjanjian kontrak No.642.2/126-IV/SPP/2007 tertanggal 13 September 2007.

Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Langkat menganggarkan uang belanja senilai Rp. 9.745.000,00 per unitnya, sehingga untuk belanja seluruhnya Dinas P dan P mengeluarkan uang senilaii Rp 487.250.000. Begitu juga dalam pengadaan 12 unit laptop,Dinas P dan P Langkat bekerja sama dengan CV DRIK melalui kontrak No.642.2/IV/SPP/2007 tertanggal 13 September 2007.

Dalam hal ini, Dinas P dan P Langkat menganggarkan uang belanja senilai Rp 19.950.000 per unit, sehingga menghabiskan dana sebesar Rp 239.400.000. Dari hasil audit BPK untuk barang dengan spesifikasi yang sama, terdapat selisih harga pengadaan sebanyak 50 komputer senilai Rp 233.750.000. Sedangkan selisih pengadaan 12 unit laptop sebesar Rp 73.423.800.

Sementara Kapolres Langkat AKBP Drs. H Dody Marsidy melalui Kabag Binamitra Kompol Edi Sudarsono yang juga menjabat sebagai perwira penghubung (Pabung) di Polres Langkat ketika dikofirmasi POSMETRO melalui telepon perihal pemangilan Adilta Bangun oleh pihaknya membenarkan hal tersebut. “ Yang bersangkutan kita panggil sebagai saksi untuk sementara ini, sedangkan adanya dugaan korupsi yang terjadi sejauh ini kita sedang bekerja mengumpulkan bukti-bukti yang pasti kasusnya terus kita proses.” Tegas Kompol Edi Sudarsono yakin.

Sedangkan Adilta Bangun yang coba dikonfirmasi wartawan koran ini dikantornya tidak dapat ditemui. Sejak kasus korupsi yang menyeret namanya ini mencuat kepermukaan , Adilta dikabarkan jarang masuk kantor, bahkan sang Pimpro inipun lebih banyak ngantor dirumah makan. “ Kalau Adil, jarang ada dikantor, kalau mau menjumpai dia cari aja dirumah makan sana , “ bilang seorang staf didinas P&P kepada wartawan koran ini.(darwis)


0 Responses to “Korupsi Rp.1,8 Milyar Di Dinas P&P Langkat, Pimpro Diperiksa”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Kalender Tulisan

Oktober 2008
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Administratur

Photobucket

Kontibutor :

Darwis, Aswin, Fachruddin, Fandi Photobucket darwis pos metro

Banner Anti Korupsi

Photobucket banner bahaya laten korupsi

Link Berita :

Photobucket

Komunitas Blogger Sumut

Yang Mampir:

  • 267,159 pengunjung
Locations of visitors to this page [URL=http://flagcounter.com/more/Bqu][IMG]http://flagcounter.com/count/Bqu/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=2/maxflags=12/viewers=0/labels=0/[/IMG][/URL]

%d blogger menyukai ini: