05
Nov
08

Ditinggal Timnya, Anggota Polisi Tewas Dibantai Penjahat

Darwis >> Langkat

Upaya petugas untuk meringkus seorang penjahat berahir dengan kematian. Hal inilah yang menimpa salah seorang anggota Polisi sektor (Polsek) Gebang Briptu Davit Ricardo Hutabarat (24) yang ditemukan tewas terapung dengan posisi kepala terlungkup kedalam air dikawasan Dusun VI, Desa Cempa, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Selasa (4/11) sekitar jam 10.45 Wib

Anggota Polisi yang bertugas disatuan Reskrim ini, ditemukan warga telah menjadi mayat sekitar pukul 11.00 Wib sekitar 300 meter dari jalan raya Medan-Aceh setelah dikabarkan hilang Senin (3/11) sekitar jam 14.15 kemarin. Penemuan tersebut sontak membuat geger warga sekitar dan juga keluarga besar Polres Langkat. Dilokasi penemuan seketika berubah jadi kerumunan massa yang inggin melihat korban yang masih tergeletak diatas benteng paret.

Atas kejadian ini sejumlah perwira dijajaran Polres Langkat langsung terjun ketempat kejadian perkara (TKP) guna melihat secara langsung peristiwa yang merengut nyawa seorang petugas tersebut. Wakapolres Langkat Kompol Beny Arjanto SIK, Kasat Reskrim Polres Langkat AKP M.Jawak, Kaurbin Ops Iptu SR. Tambunan, Kanit Jahtanras Ipda Feby H, Kapolsek Gebang AKP B.Karo-Karo.

Kanit Reskrim Gebang Ipda A. Zega, Kapolsek Hinai, AKP M.Hasibuan, Kapolsek Tanjung Pura, AKP R.Sihotang, Kanit Reskrim Polsek Tanjung Pura, Iptu H.M Saragih, Kanit P3D Iptu Zulkarnen serta sejumlah petugasnya tampak saling berkordinasi untuk segera mengungkap sekaligus meringkus pelaku yang diyakini telah membunuh petugas malang ini. Selang tidak berapa lama, oleh petugas lokasi penemuan mayat itupun dipasang garis Police Line untuk mensterilkan keadaan.

Beberapa jam kemudian, jasat Briptu Davit Ricardo Hutabarat yang ditutupi kain spanduk itu diangkut menuju Mobil Ambulance sebelum ahirnya diboyong ke RS di Medan guna dilakukan visum et revertum guna mengetahui penyebab kematiannya. Walau jenajah korban telah dievakuasi, namun warga terus datang berbondong-dondong memadati pemukiman warga ini.

Menurut keterangan Thamrin (53) salah seorang warga setempat yang ditemui POSMETRO MEDAN menyebutkan, dirinya tidak mengetahui persis kronologis kejadian tersebut. Hanya saja, bilang lelaki berkulit hitam ini, sekitar jam 14.10 kemarin (Senin 3/11), dirinya melihat seorang pria yang ia yakini petugas melintas dari depan rumahnya sambil mengengam senjata api ditanganya.

“ Semalam memang saya melihat dia (korban) lewat dari samping rumah saya, waktu itu petugas yang berpakain preman dengan mengenakan baju kaos tanpa lengan (singlet) itu berjalan terburu-buru sambil menenteng senjata ditangan.” ketus Thamrin diamini istrinya. Karena merasa orang yang melintas tadi adalah petugas yang diyakini oleh Thamrin sedang mengejar seorang penjahat, maka ia (Thamrin) tak berani bertanya ketika itu.

Namun, selang beberapa menit kemudian, Thamrin dan istrinya dikejutkan dengan suara letusan senjata api diiringi suara teriakan minta tolong yang jaraknya sekitar seratus meter dari kediamannya. “ Saya dengar ada suara tembakan satu kali, kemudian terdengar pekikan orang minta tolong. “ ujar Thamrin seraya menambahkan tidak berapa lama terdengar letusan baru suara orang minta tolong.

Begitu suara letusan senjata milik petugas tadi terdengar, Thamrin dan istrinya berkeyakinan kalau penjahat yang dicari oleh sipetugas telah tertembak. “ Waktu itu saya bilang sama istriku kalau penjahat yang dikejar sama petugas itu sudah tertembak, sebab sudah terdengar suara letusan senjata, “ kata Thamrin. Meski sempat mendengar suara letusan dan pekikan orang minta tolong, tapi Thamrin dan warga lainya tidak berani mendekat kelokasi, alasanya mereka takut terkena peluru nyasar.

“ Kami ngak beranilah dekat-dekat, apalagi waktu itu Polisi sedang bekerja, takutnya kenak peluru nyasar pulak. “ timpal istri Thamrin menambahkan kalau dirinya tidak menyangka kalau mayat yang ditemukan sekitar 150 meter dari rumahnya itu adalah mayat Polisi yang melintas didepan rumahnya kemarin.

Briptu Davit Ricardo Tewas Karena Ditinggal Tim-nya

Sementara itu dari berbagai informasi lainya yang dirangkum POSMETRO MEDAN menyebutkan, kematian Briptu Ricardo Hutabarat sangatlah disayangkan. Pasalnya, kejadian ini bisa saja terhindarkan kalau saja ketika itu Tim Reskrim yang bergerak dengan korban cepat respon alias tidak meningalkan korban sendirian ketika itu.

Peristiwa kematian Briptu Davit Ricardo Hutabarat berawal dari aksi pemukulan yang dialami Brigadir Rafii malam Minggu kemarin di “ Kafe lorong penuh dosa (Lopendos) milik warga turunan dikawasan Simpang Wijasarma, Desa Air Hitam Gebang. Malam itu, Brigadir Rafii datang kelokasi Kafe Lofendos yang berada persis dibelakang rumah kepala desa setempat. Dilokasi Kafe tersebut Brigadir Rafii dikabarkan sempat ribut dengan pengunjung Kafe lainya yang telah mabuk berat.

Meski telah menyatakan dirinya seorang aparat penegak hukum kepada enam orang pria mabuk itu, tapi mereka tidak mau peduli. Keenam orang ini tetap bersitegang urat keher hingga berahir dengan aksi pemukulan terhadap petugas ini. Merasa kewalahan, Brigadir Rafii ahirnya memilih mundur dan bergegas pulang ke Polsek Gebang yang jaraknya hanya sekitar 2 Km dari lokasi meminta bantuan kepada rekan-rekanya.

Tidak berapa lama, Brigadir Rafii kembali datang ke Kafe Lopendos bersama beberapa orang petugas lainya. Dua orang pria yang memukulinya tadi berhasil diamankan ketika itu dan langsung digelandang ke Mapolsek untuk diproses. Sementara beberapa orang pelaku lainya berhasil melarikan diri. Begitu diperiksa petugas, dari kedua pelaku ini ahirnya diketahui salah seorang pelaku yang memukuli Brigadir Rafii tersebut adalah Nardo Sinaga (23) warga Komplek Perumahan Dinas PU, Kecamatan Hinai.

Dan setelah identitas pelaku (Nardo Sinaga) diketahui maka petugas langsung membentuk tim sebanyak lima orang yang dipimpin Katimnya Bripka P.Sitorus. Pengejaran sekaligus penangkapan terhadap Nardo Sinaga langsung disiapkan. Bripka P Sitorus yang menjadi pemimpin dalam penangkapan ini bergerak menuju Desa Cempa, Kecamatan Hinai, yang tak lain kediaman Nardo Sinaga.

Setibanya dirumah sasaran, petugas langsung bagi tugas. Dua orang petugas tetap berada didalam mobil menjaga dua pelaku yang ketika itu turut diboyong menunjukan rumah Nardo Sinaga, sedangkan tiga orang petugas lagi yakni Briptu Davit Ricardo Hutabarat dan dua rekanya, bergerak mendekati rumah pelaku.

Saat itu Briptu Davit Ricardo Hutabarat berjalan sendirian kebelakang rumah pelaku menyusuri rumah-rumah penduduk lainya, sedangkan dua orang teman korban menyergap dari depan. Ketika itulah Briptu Davit Ricardo Hutabarat dinyatakan hilang bagai ditelan bumi. Anehnya, walau tidak muncul-muncul selama beberapa jam, teman-teman Briptu Davit Ricardo Hutabarat masih tenang-tenang saja.

Karena batang hidung korban belum juga kelihatan selang beberapa jam kemudian, teman-teman korban berupaya menghubunginya melalui HP. Tapi, meski nada pangil tersambung, HP korban tidak ada yang menjawab. Selanjutnya rekan-rekan korban mengirimkan pesan singkat (SMS) juga tidak dibalas oleh korban. Merasa ada yang tidak wajar, rekan-rekan korban berupaya melakukan pencarian disekitar tempat tersebut.

Walau telah menyusuri kawasan ini, tapi korban tidak juga ditemukan. Dan setelah sempat hilang satu malam, korbanpun ditemukan telah menjadi mayat didekat lokasi pembuatan batu-batu. “ Kalau memang kawanya setia, kenapa lah ditinggalkannya korban sendirian ketika itu, lagipula kalau kita tau kawan kita ngak kelihatan seharusnya kita cari, lagipula mereka mau menangkap penjahat, ini memang aneh, “ tukas warga saling beropini membahas kejadian ini dilokasi.

Sementara Kapolres Langkat AKBP Drs. H Dodi Marsidy ketika dikonfirmasi POSMETRO MEDAN melalui Kabagbinamitra Kompol Edi Sudarsono mengatakan, kejadian ini berawal dari upaya korban dan beberapa orang petugas lainya hendak meringkus pelaku penganiayaan. “ Saat ditemukan kondisi korban sudah tidak bernyawa lagi, dan dibagian tubuh korban persis dibagian tengkuk ditemukan luka seperti hantaman benda keras yang diduga menjadi penyebab kematian korban.

Sedangkan senjata api (Senpi) milik korban masih dicari petugas disekitar lokasi. “ Memang korban diketahui memiliki senjata api dan itu dinyatakan hilang, sejauh ini kita tidak dapat memastikan apakah senjata api tersebut tengelam dilokasi korban tewas, atau dibawa kabur pelaku, yang pasti sampai saat ini kita masih melakukan pencarian dan pengejaran terhadap tersangka.” ungkap Kompol Edi Sudarsono.


0 Responses to “Ditinggal Timnya, Anggota Polisi Tewas Dibantai Penjahat”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Kalender Tulisan

November 2008
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Administratur

Photobucket

Kontibutor :

Darwis, Aswin, Fachruddin, Fandi Photobucket darwis pos metro

Banner Anti Korupsi

Photobucket banner bahaya laten korupsi

Link Berita :

Photobucket

Komunitas Blogger Sumut

Yang Mampir:

  • 267,159 pengunjung
Locations of visitors to this page [URL=http://flagcounter.com/more/Bqu][IMG]http://flagcounter.com/count/Bqu/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=2/maxflags=12/viewers=0/labels=0/[/IMG][/URL]

%d blogger menyukai ini: