06
Nov
08

Kampung Cempa Mencekam : Pembunuh Dan Senpi Briptu Davit Hutabarat Masih Misterius

Darwis >>>Langkat

Pasca tewasnya Briptu David Hutabarat di Dusun VI, Desa Cempa, Kecamatan Hinai, Langkat, puluhan personil kepolisian Polres Langkat terus disiagakan di lokasi penemuan mayat dan di seluruh kawasan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Dari amatan POSMETRO MEDAN, Rabu (5/11) kemarin di Desa tersebut, suasana tegang dan mencekam begitu terasa menyelimuti pemukiman jarang penduduk ini, terlebih dengan banyaknya personil kepolisian yang hilir mudik silih berganti di lokasi tersebut.

Bahkan, puluhan personil kepolisian dari berbagai korps terjun kelokasi penemuan mayat, untuk mencari senjata api milik korban yang diduga hilang ditempat ini. Dan sejauh ini, senjata api (senpi) jenis pistol milik korban tersebut, belum juga ditemukan. Padahal aparat kepolisian sudah mengobok-obok lokasi jasat korban ditemukan mulai Pukul 09.00 Wib hingga pukul 15.00 Wib dan hasilnya masih nihil.

Dan rencananya pencarian senjata api tersebut kembali akan dilakukan hingga seluruh lokasi yang dicurigai sudah rampung diseser. Sejauh ini belum dapat disimpulkan apakah senjata api milik Briptu Davit Hutabarat memang hilang dikawasan tersebut atau memang dibawa kabur pelaku yang menghabisinya. Sebab, sampai berita ini ditulis, pelaku yang dicurigai membunuh korban masih belum juga ditangkap petugas.

Suasana mencekan di perkampungan Cempa itu terlihat jelas. Sebab, warga yang tinggal disekitar lokasi penemuan mayat, enggan memberikan keterangan kepada siapa pun terkait penemuan mayat personil polisi Polres Langkat itu. Parahnya lagi, warga yang tinggal disana, seakan membisu dan terlihat takut jika ada orang yang tak dikenal memasuki perkampungan itu. Ditambah lagi, aparat kepolisian masih terus menyiagakan pasukannya di sekitar perkampungan yang disebut-sebut angker oleh warga disekitarnya.

Tatapan tajam terhadap orang asing yang masuk kedusunya langsung ditujukan warga setempat setiap kali melihat orang luar melintas dipekarangan rumah atau kawasan perladangan tersebut. Entah apa yang membuat warga menjadi begitu ketakutan, tapi dari bisik-bisik warga yang duduk berkumpul, keenganan mereka buka mulut kepada siapa saja karena khawatir akan terseret-seret dalam masalah ini. “ Udah jangan sembarangan becakap, nanti dipangil-pangil kau jadi saksi, “ bisik seorang warga mengigatkan warga lainya setengah berbisik.

Dari warga disekitar tak banyak yang dapat diperoleh keterangan. Sedangkan petugas yang berada disekitar belakang rumah penduduk, tampak saling bahu membahu mencari senjata api milik korban dengan menyelam kedalam paret, sawah dan rawa-rawa yang dicurigai jatuhnya senjata itu. Hal serupa juga terlihat di lokasi tempat tingal Leonardo Sinaga salah seorang pelaku penganiyaan yang diburon aparat. Rumah yang biasa ditempatinya itu, juga terlihat dikawal polisi, sementara penghuni rumah tak berada di rumahnya.

Bukan rumah Leonardo saja yang tertutup rapi, malah jiran sebelah rumah tersangka, juga ikut-ikutan menutup rapat pintu rumahnya dan tak ada aktivitas apa pun yang mereka lakukan, seakan mereka enggan berurasan dengan siapa saja yang ingin meminta keterangan dengan mereka. Ketika POSMETRO MEDAN coba mengetuk pintu rumah seorang warga yang tingal berdekatan dengan kediaman Leonardo Sinaga tadi, tak mendapat sambutan hangat.

Maaf pak, kami ngak tau apa-apa, jadi ngak usah tanyak apa-apa sama kami, “ sahut seorang wanita dari dalam rumah tanpa membuka pintu. Di lokasi kafe Lapendos yang berada di Jalinsum Medan-Aceh tempat awal mula pertikaian hingga berujung maut ini dimulai, juga tampak tutup, bahkan para pekerja yang biasa berjualan disana, saat ditemui, enggan memberikan keterangan prihal pertikaian antara warga sipil dan oknum kepolisian beberapa waktu lalu itu.

Lokasi Penemuan Mayat “ Angker

Lokasi penemuan mayat Briptu Davit Hutabarat rupanya kawasan yang dikenal “angker” oleh penduduk setempat. Bahkan ke angkeran tempat tersebut telah diketahui warga sejak dulu. Malah sangkin angkernya, tidak ada seorangpun warga yang berani datang kekawasan penemuan mayat itu seorang diri baik malam maupun siang hari.

Kalau perkampungan Cempa ini, sudah dari dulu memang “angker”, bahkan ngak sembarang orang bisa masuk kedalamnya, jika tidak permisi dengan tokoh masyarakat setempat, bisa-bisa kita ngak pulang dibuatnya,” ujar Kamil (43) warga di sekitar perkampungan Cempa tersebut menasehati. “ Disitu ada sebatang pohon kayu yang tak bisa ditebang, padahal telah berulang kali di sen saw, tapi ngak pernah putus, dan dipohon kayu tersebut banyak sekali penghuninya, yang pasti warga maupun orang yang melintas kerap melihat kuntilanak turun dari atas pohon.

Bahkan, akibat penampakan mahluk gaib tadi sering kali terjadi kecelakaan dikawasan ini, padahal jalanya lurus, tapi kalau malam hari kawasan ini sangat sepi sekaligus menyeramkan, dan kalaupun kebetulan melintas hendaknya berhati-hati, “ ungkap pria ini mengingatkan. Pengakuan Kamil tadi diamini seorang pedagang nasi yang sering membuka kedainya hingga larut malam. “ Kalau masalah penampakan seperti perempuan atau kuntilak, saya telah beberapa kali ada melihatnya, biasanya yang sering menjadi korbanya bus penumpang antar Provinsi yang datang dari Aceh.

“ Entah berapa kali saya melihat Bus Kurnia berhenti didepan kedai saya ini, begitu bus berhenti sopirnya langsung membukakan pintu layaknya menurunkan penumpang, tapi begitu penumpang itu turun, ia langsung berjalan kebelakang menuju arah semak-semak tempat polisi ditemukan tewas itu dan menghilang begitu saja, kalau diingat-ingat jadi merinding saya, malah pernah seorang sopir bus tak berani melanjutkan perjanalanan karean di stop kuntilak persis dibawah pohon kayu besar itu. “ bilang pemilik kedai nasi ini sambil menunjuk kearah pohon yang dimaksud.

Kalau masalah keangkeran tempat penemuan mayat Polisi itu memang dari dulunya tempatnya menyeramkan, bahkan dari anak-anak sampai dewasa sekarang ini, saya ngak berani ketempat itu, dan seumur hiduf saya meskipun asli kelahiran desa ini, baru kemarin mendatangi lokasi, itupun karena ramai-ramai melihat mayat Polisi itu.” aku Jul (24) pemuda setempat seraya menambahkan tempat ini memang benar-benar angker.

Ditempat terpisah, Kanit P3D Polres Langkat Iptu Zulkarnen yang dikonfirmasi POSMETRO MEDAN melalui telepon seluler pasca kematian salah seorang personil terbaik Polsek Gebang tentang sanksi dan tindakan yang akan dikenakan kepada Katim, Kapolsek maupun Kanit Reskrim Polsek Gebang yang dinilai lalai, mengaku belum berani berkomentar banyak.

Tentang kasus ini, kita belum berani memberi kesimpulan, sebab kita masih terpokus mencari senjata api korban yang hilang, memang kita telah mengambil keterangan Katim (kepala tim) Bripka P.Sitorus dan teman-teman korban yang bergerak melakukan pengerebekan kemarin, sejauh ini kita masih melakukan proses, intinya masih kita selidiki.” jawap Zulkarnen terbata-bata.

Sementara Kapolres Langkat AKBP Drs H Dodi Marsidy melalui Pabungpen Kompol Edi Sudarsono ketika dikonfirmasi POSMETRO mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pencarian senjata api milik korban disekitar penemuan mayatnya. Sedangkan untuk pelaku yang diduga melakukan pembunuhan itu, pihaknya sudah mengantongi identitas pelakut. “ Saat ini kita masih melakukan pencarian senjata api milik korban yang hilang disekitar penemuan mayat sedangkan untuk pelaku, kita sudah mengantongi identitasnya dan masih diburon,” kata Edi singkat.(darwis)


0 Responses to “Kampung Cempa Mencekam : Pembunuh Dan Senpi Briptu Davit Hutabarat Masih Misterius”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Kalender Tulisan

November 2008
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Administratur

Photobucket

Kontibutor :

Darwis, Aswin, Fachruddin, Fandi Photobucket darwis pos metro

Banner Anti Korupsi

Photobucket banner bahaya laten korupsi

Link Berita :

Photobucket

Komunitas Blogger Sumut

Yang Mampir:

  • 267,159 pengunjung
Locations of visitors to this page [URL=http://flagcounter.com/more/Bqu][IMG]http://flagcounter.com/count/Bqu/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=2/maxflags=12/viewers=0/labels=0/[/IMG][/URL]

%d blogger menyukai ini: