12
Nov
08

Jaksa Dan Polisi Bingung Tangani Kasus KUR Di Binjai

Kasus Kepling IX Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Nuraini (50) terkait pemotongan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 1 juta, terhadap warganya sekitar Mei 2008 lalu, begitu sulit terungkap. Dugaan korupsi dari pemotongan dana KUR yang dilakukan sang Kepling, dari laporan pengaduan Suratman (32) warga Jalan Bangau Lingkungan IX, Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, ke Mapolresta Binjai beberapa waktu lalu, dengan No. Pol : STPL/287/VII/2008/SPK”A” tanggal 21 Juli 2008 ditanggapi pihak Polisi Polresta Binjai dengan melayangkan Berita Acara Penyitaan.

Menanggapi persoalan kasus pemotongan dana KUR itu, Kapolresta Binjai, AKBP Roberts K, SIK melalui Kasat Reskrim Polresta Binjai, AKP M Taufik memerintahkan anggotanya untuk mengadakan penyitaan 1 lembar kwitansi pencairan pinjaman kredit usaha rakyat (KUR) dari BRI unit Soekarno-Hatta Km 19 Binjai, NIP : 1611 atas nama Suratman, tanggal 7 Mei 2008, dan berdasaarkan Surat Perintah Penyitaan No. Pol : Sp-Sita/338/VII/2008 tanggal 21 Juli 2008, pihak Polresta Binjai memandang perlu penyitaan tersebut, karena ada hubungannya dengan tindak pidana Penipuan, sebagai mana yang dimaksud dalam pasal 378 KUH, Pidana, demikian kutipan berita acara penyitaan yang ditandatangani Penyidik Aiptu Suriyono.

Merasa tak ingin dituding masyarakat lamban dalam menangani kasus KUR. Polresta Binjai melimpahkan berkas penyidikan perkara kepada Kejaksaan , namun berkas perkara dari Kepolisian Polresta Binjai, oleh pihak Kejaksaan dipulangkan kembali, karena faktor kesulitan penyidik bahwa perbuatan tersangka Nuraini belum dapat memenuhi unsur pasal persangkaan dengan alasan, berdasarkan keterangan dari pihak BRI yang mengatakan “lamanya jangka waktu pengambilan kredit yang d imohonkan korban sepenuhnya adalah kewenangan dari BRI berdasarkan hasil survey pihak BRI terhadap kelayakan usaha dan sama sekali bukan kewenangan tersangka.

Sementara Kasat Reskrim AKP. M taufik, SE saat dikonfermasi POSMETRO MEDAN, Senin (10/11) menjelaskan bahwa berkas penyelidikan tersangka serta keterangan saksi-saksi telah kita limpahkan ke Kejaksaan, berdasarkan dari keterangan korban dan saksi, dimana berkas tersebut menerangkan keberatan korban terhadap pemotongan dana KUR sebesar Rp 1 juta yang dilakukan Kepling. Namun pihak Kejaksaan mengembalikan berkas tersebut kembali kepada kita, dan menerangkan bahwa “perbuatan tersangka Nuraini belum dapat memenuhi unsur pasal persangkaan, imbuh M Taufik

Data yang dikumpulkan POSMETRO MEDAN dari korban perihal Penjelasan kasus No.Pol : B/75/IX/2008 yang dilayangkan Polresta Binjai kepada Suratman pada tanggal 25 September 2008, dimana isi penjelasan surat tersebut kesulitan penyidik mengetengahkan tentang, “ Lamanya jangka waktu pengambilan kredit yang dimohonkan korban “. sementara korban mengadukan kepling terkait “pemotongan dana KUR sebesar Rp 1 juta “, bukan mempermasalahkan tenggang waktu pembayaran kredit. Dan dari isi surat yang dilayangkan Polresta Binjai kepada Suratman juga tertulis “oleh karenanya penyidik tidak dapat mengajukan kembali berkas tersangka Nuraini”

Sementara itu Jaksa Penyidik Sorona Silalahi, Senin (10/11) kepada POSMETRO MEDAN menanggapi kasus KUR, dari berkas yang diterima dari Kepolisian Polresta Binjai menjelaskan, “ anda tidak tahu cerita KUR yang sebenarnya bagaimana, bilang Surona kepada wartawan, disitu korban mengambil uangnya sendiri, tidak ada keterkaitan Nuraini, katanya. Dan tidak bisa dibilang Korupsi karena pada BAP korban bersama beberapa saksi menyatakan “rela memberikan uang tersebut sebagai ucapan terimakasih”, karena pada BAP disitu tertulis bahwa korban keberatan dengan lamanya pembayaran yang katanya sampe 3 tahun, karena korban pada saat itu memohon kepada Nuraini untuk agar kredit tersebut 2 tahun aja, bukan potongan sebesar Rp 1 juta itu. Dan disitu kan juga tertulis bahwa kewenangan kelayakan mendapat pinjaman dari BRI bukan dari Nuraini, jadi disini anda jangan salah sangka, korban menerima uang langsung dari BRI dan ada memberikan uang tips sebagai ucapan terimakasih.” Anda pernah minjam di BRI, ucap Sorona kepada wartawan, saya tau tentang bagaimana sistem pinjaman di BRI, karena saya juga nasabah BRI “ ungkap Sorona membeberkan. Saat POSMETRO MEDAN mohon kepada Sorona untuk melihat berkas pemeriksaan tersebut, “entah dimana lah sudah saya tarok, karena berkasnya udah kita balikkan ke Polisi, ujar Sorona berdalih. (Aswin)


2 Responses to “Jaksa Dan Polisi Bingung Tangani Kasus KUR Di Binjai”


  1. 1 anak binjai
    November 27, 2008 pukul 5:52 am

    pura-pura bingung kali, padahal udah nelan duit

  2. 2 purba langkat
    November 27, 2008 pukul 5:53 am

    Bingung karena udah kenyangnya itu laee…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Kalender Tulisan

November 2008
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Administratur

Photobucket

Kontibutor :

Darwis, Aswin, Fachruddin, Fandi Photobucket darwis pos metro

Banner Anti Korupsi

Photobucket banner bahaya laten korupsi

Link Berita :

Photobucket

Komunitas Blogger Sumut

Yang Mampir:

  • 267,159 pengunjung
Locations of visitors to this page [URL=http://flagcounter.com/more/Bqu][IMG]http://flagcounter.com/count/Bqu/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=2/maxflags=12/viewers=0/labels=0/[/IMG][/URL]

%d blogger menyukai ini: