03
Des
08

Terlalu !!!. Dengan Alasan Tidak Ada Keluarga,RSU Dr. Djoelham Binjai Telantarkan Pasien

Binjai>> Aswin

Kasihan betul nasib korban yang tertimpa pohon mahoni yang berada di pinggir Jalan T Amir Hamzah, depan rumah makan Putra Minang Binjai Minggu (30/11) pukul 19.00 Wib. Walaupun kondisi korban sedang sekarat, ternyata petugas medis RSU dr.Djoelham Binjai tidak memberikan perawatan sebagaimana mestinya dengan alasan tidak mengetahui keluarga korban.

Dedi Sitepu (45) warga Desa Air Hitam, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, yang berboncengan dengan Hendri (20) warga Tanjung Keriahan, Langkat, menaiki sepeda motor BK 6206 RT hendak pulang kerumah mereka, namun naas bagi keduanya saat kendaraan mereka melintas didepan hotel Sudi Mampir Jalan T. Amir Hamzah Binjai, tiba-tiba sebuah pohon mahoni besar yang berada dipinggir jalan rubuh dan menimpa kedua korban. Kecelakaan ini mengakibatkan keduanya mengalami luka serius dan langsung dilarikan warga ke Rumah Sakit umum dr.Djoelham untuk mendapatkan perawatan.

Keterangan yang dikumpulkan Semar News dari warga yang berada dilokasi, menyebutkan saat pohon mahoni tersebut tumbang, Dedi dan Hendri yang diketahui baru mengantarkan calon mertuanya pulang ke Tanah Merah karena dalam waktu dekat ini Hendri akan menikah.,”Padahal hujan yang turun tidak begitu lebat, tapi mungkin akar pohon tersebut sudah banyak yang terpotong akibat galian kabel” terang Ginting warga Percukaian, Kecamatan Binjai Utara.

Di ruangan UGD RSU dr Djoelham Binjai, terlihat korban Dedi Sitepu mengalami luka pada bagian wajah, pelips kiri koyak, mulut hancur, dan pada bagian rahang diduga retak akibat mengalami benturan. Sedangkan Hendri yang sempat dirawat diruang UGD langsung dinaikkan ke lantai 3 ruangan anggrek gedung baru RSU itu. Saat ditemui Semar News, korban yang sudah tidak bisa diajak berbicara, hanya mampu megeluarkan kata-kata “Dingin, dingin..” yang kemudian disertai suara ngorok yang keluar dari mulutnya yang berlumuran darah. Sayangnya, seakan pasien tidak dirawat semana mestinya oleh ptugas RS ini. Korban terlihat masih mengenakan celana panjang berwarna hitam yang basah, bertelanjang dada, tak berselimut dengan impus yang yang tidak tergantung, sedangkan pihak medis tidak tampak.

Mendengar ngorok korban yang saat itu tak sadarkan diri, wartawan koran ini lalu menemui pihak rumah sakit, namun sikap yang tidak sepantasnya sebagai tenaga medis ditunjukkan salah seorang perawat laki-laki yang diketahui bernama Arif (25). Saat ditanya kenapa pasien tersebut diterlantarkan sendiri dalam ruangan, petugas medis ini dengan gampang mengatakan “Anda keluarganya, kalo anda keluarganya tebus dulu resepnya” katanya sambil menyodorkan resep yang tertera nama dr. Rony Lukman.

Beberapa warga yang membesuk pasien lainnya yang kebetulan berada disekitar ruangan terlihat geram, menyaksikan sikap kedua perawat medis itu, “ih kek gitu kali ya, kalo itu misalnya keluargaku, bagaimana ya, kasian kali” tukas warga yang melihat pasien tersebut. “Kelewat kali ya perawatnya,walaupun nggak ada keluarganya, yang penting kan diurus aja dulu, ini kok dibiarin gitu” celetuk warga lainnya menimpali.

Walaupun sudah diberitahu tentang kondisi korban yang saat itu terlihat menggeletar kedinginan dan sekarat, kedua pegawai tadi tak bergeming untuk melihat kondisi korban. Ketika wartawan ini mengaku Semar News, kedua petugas medis tadi langsung memberikan penutup badan bagi korban, lalu menggantungkan botol impus dan kemudian merawat korban. Saat ditanya kedua petugas tadi malah menjawab,” kita pake prosedur bang” kita nggak bisa sembarangan, karena harus ada yang mempertanggung jawabkan, bilang Arif.

Merasa tersinggung dengan pelayanan dari RSUD Djoelham, akhirnya keluarga korban yang tidak lama berselang dating langsung membawa korban ke Rumah Sakit Haji Medan. Keluarga pasien ini juga menolak rujukan RSU Dr.Djoelham ke RS. Pirngadi Medan.

Direktur RSUD dr Djoelham Binjai Dr. H.T.Murad El Fuad,SpA saat dikonfirmasi Semar News via handpone terkait perlakuan petugas medisnya pada pasien mentakan “aduh saya banyak kali pasien, konfirmasinya nanti aja ya” bilangnya langsung mematikan hp.(aswin)


0 Responses to “Terlalu !!!. Dengan Alasan Tidak Ada Keluarga,RSU Dr. Djoelham Binjai Telantarkan Pasien”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Kalender Tulisan

Desember 2008
S S R K J S M
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Administratur

Photobucket

Kontibutor :

Darwis, Aswin, Fachruddin, Fandi Photobucket darwis pos metro

Banner Anti Korupsi

Photobucket banner bahaya laten korupsi

Link Berita :

Photobucket

Komunitas Blogger Sumut

Yang Mampir:

  • 267,057 pengunjung
Locations of visitors to this page [URL=http://flagcounter.com/more/Bqu][IMG]http://flagcounter.com/count/Bqu/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=2/maxflags=12/viewers=0/labels=0/[/IMG][/URL]

%d blogger menyukai ini: