09
Des
08

Skandal Seks 2 Anggota DPR Langkat: Junimintarsih “Rekayasa” Surat dan Ancam Tuntut Suami

Langkat,Semar News

Buntut terkuaknya skandal sexs 2 anggota DPR Langkat yang menyeret nama baik Junimintarsih dan H.Surianto terus menuai konflik diantara masing-masing pihak. Mencuatnya kasus yang memalukan ini ketengah publik, setelah istri H Surianto dilaporkan kepihak yang berwajib oleh Junimintarsih dengan tuduhan penganiayaan secara bersama-sama yang dilakukan Ny Nety Pahlewen, (17/10) lalu bersama putra dan putrinya bertempat di seketariat Pujakesuma, Stabat.

Sejak saat itu perseteruan diantara dua keluarga ini kian memanas. Namun, belakangan kasus tersebut telah dipetieskan oleh Polisi karena Junimintarsih mencabut laporan pengaduanya terhadap diri Ny Nety Pahlewen dan anaknya. Entah apa yang menyebabkan Junimintarsih berubah pikiran dengan mencabut kembali pengaduanya, yang pasti tentang tidak berlanjutnya kasus tersebut dibenarkan Kasat Reskrim Polres Langkat AKP M.Jawak yang ditanya Semar News beberapa waktu lalu.

“Kalau masalah itu (maksudnya laporan Junimintarih terhadap Ny Nety-red) mereka sudah berdamai dan laporan pengaduanya telahpun dicabut jadi sudah tidak ada masalah lagi. “ungkap Jawak diruangan kerjanya waktu itu. Meski Ny Nety dan anaknya luput dari jeratan hukum yang telah melanggar Pasal 351 KUHPidana itu, tapi sebagai seorang wanita tentu beban bathin yang dirasakan Ny Nety setelah mengetahui sang suami menduakan cintanya jelas lebih berat dari hukuman badan.

Tak hanya Ny Nety saja yang merasakan hal tersebut. Syahrial suami Juniminhtarsih juga tak kalah perihnya saat mengetahui dirinya telah dikhianti perempuan yang selama ini begitu disanjungnya. Pil pahit atas semua ini terpaksa ditelanya bulat-bulat pula. Kini Syahrial yang banyak berkomentar perihal perlakuan sang istri kepublik, terancam pula dituntut oleh Junimintarsih.

Tuntutan yang bakal diajukan Junimintarsih karena mengaku Syahrial bukan lagi suaminya karena mereka telah resmi bercerai. Oleh karena itu Syahrial tidak lagi memiliki hak apapun untuk mencampuri urusan pribadinya. Hal tersebut dikatakan H. Surianto yang sengaja menemui Semar News di pekarangan parkir DPR Langkat kemarin.

Menurut H. Surianto sejak dikeluarkanya surat cerai Junimintarsih dengan Syahrial oleh pengadilan agama (PA) Stabat yang telah memiliki hukum tetap, jelas Syahrial bukan siapa-siapa lagi dan tidak berhak mencampuri urusan pribadi Junimintarsih. “ Junimintarsih itu sudah tidak punya suami lagi karena telah bercerai dengan suaminya Syahrial, jadi sekarang statusnya single, makanya Junimintarsih akan menuntut Syahril lewat jalur hukum yang mengaku-ngaku suaminya” ujar H. Surianto sambil menunjukkan selembar poto copy bukti cerai dimaksud.

Dalam kutipan akte cerai Nomor : 295/AC/2008/PA/ STB ditandatangani Panitera pengadilan agama Syahbuddin Nasution SH itu, perceraian antara Junimintarsih AMK dengan Syahrial berdasarkan putusan pengadilan agama Stabat Nomor 256/Pdt.G/2008/PA.Stb tanggal 08 Oktober 2008. Dengan keluarnya surat putusan cerai tadi, hubungan suami istri antara Syahrial dan Junimintarsih berahir sudah begitu hakim menjatuhkan talak 1 (satu).

Didalam akte cerai ini disebutkan kalau pernikahan Junimintarsih dan Syahrial berlangsung di KUA Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang pada tanggal 24 April 2005 silam dengan nomor buku nikah 204/1995. Sementara Syahrial yang dikonfirmasi POSMETRO perihal tuduhan yang mengatakan dirinya sudah tidak punya hak lagi terhadap Junimintarsih karena mereka telah bercerai, mengaku heran.

Sebab, menurut Syahrial selama ini dirinya tidak pernah dipanggil oleh pihak pengadilan agama (PA) Stabat tentang urusan perceraian. “ Kalau dibilang sudah bercerai, saya juga kaget, pasalnya selama ini tidak ada pangilan dari pengadilan agama tentang adanya gugatan cerai, paling tidak kalau orang mau bercerai kan dipangil untuk menghadiri sidang, tapi saya tidak pernah diberitahukan, kok tiba-tiba keluar surat cerai. “ tukas Syahrial terheran.

Lebih jauh Syahrial juga membuka kedok pernikahannya dengan Junimintarsih. “ Saya dengan istri saya yang bernama Junimintarsih itu menikah dibawah tangan alias nikah siri di Aceh, pernikahan kami waktu itu disaksikan oleh kedua belah pihak, orang tua Junimintarsih serta saudaranya yang lain turut menjadi saksi pernikahan kami. Itu terjadi sekitar tahun 1995 silam.

Bukti perkawinan tersebut, “ kami telahpun dikaruniai dua orang anak dimana yang sulung sudah berusia 13 tahun. Namun, seiring dengan berjalannya waktu dan berubahnya iklim, Junimintarih berkecimpung dalam dunia politik dengan bergabung ke partai PDK hingga dipercaya menjabat sebagai ketua PDK Langkat. Dan pada tahun 2004 lalu oleh Partai, Junimintarish dicalonkan sebagai anggota legislatif.

Disini sempat mendapat kendala. Pasalnya, salah satu persyaratan yang harus dilengkapi oleh Junimintarih untuk maju dalam pemilihan legislatif (Caleg), mesti melampirkan bukti telah menikah dengan melampirkan poto copy buku nikah sebagai bukti. Tapi Junimintarsih tidak memiliki buku nikah ketika itu. Segala upaya dilakukan untuk mendapatkan buku nikah tadi.

Karena persyaratan tersebut harus dipenuhi, maka Syahrial dan Junimintarsih harus putar otak mencari jalan. Dan upaya terahir yang mereka lakukan dengan membeli buku nikah kosong dari KUA di Batang Kuis. “ Karena harus punya buku nikah untuk maju sebagai caleg, maka kami membeli buku nikah di KUA Batang Kuis seharga Rp.650 ribu, buku nikah yang kosong (belum ada nama-red) inipun diisi sendiri oleh Junimintarih.

“Sekali lagi saya tegaskan, kami menikah dibawah tangan di Aceh tanpa adanya surat nikah, dan kalau Junimintarih mengatakan kami menikah di Batang Kuis, itu jelas pembohongan, yang pasti kami membeli buku nikah dari KUA Batang Kuis seharga Rp.650 ribu rupiah untuk melengkapi pencalegkanya waktu itu. “ terang Syahrial.

“Kalaupun putusan cerai yang dikeluarkan pengadilan agama Stabat itu menyatakan sesuai akte nikah dari KUA Kecamatan Batang Kuis tanggal 24 April 1995 dengan nomor 204/1995, itu jelas keliru, sebab kami hanya membeli buku nikah dari KUA Batang Kuis tidak menikah ditempat itu, kalaupun benar buku tersebut berarti Junimintarish bukan menikah dengan saya melainkan orang lain. “ bilang Syahrial seraya menambahkan tidak gentar secuilpun atas ancaman Junimintarsih yang akan menuntut dirinya.(darwis)


0 Responses to “Skandal Seks 2 Anggota DPR Langkat: Junimintarsih “Rekayasa” Surat dan Ancam Tuntut Suami”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Kalender Tulisan

Desember 2008
S S R K J S M
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Administratur

Photobucket

Kontibutor :

Darwis, Aswin, Fachruddin, Fandi Photobucket darwis pos metro

Banner Anti Korupsi

Photobucket banner bahaya laten korupsi

Link Berita :

Photobucket

Komunitas Blogger Sumut

Yang Mampir:

  • 267,159 pengunjung
Locations of visitors to this page [URL=http://flagcounter.com/more/Bqu][IMG]http://flagcounter.com/count/Bqu/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=2/maxflags=12/viewers=0/labels=0/[/IMG][/URL]

%d blogger menyukai ini: