29
Jan
09

Nasib Pedagang Kecil Binjai “Bayar Jutaan Atau Digusur”

Binjai

Gara-gara tak mau bayar uang lapak tempat berjualan, yang berada dipinggiran sungai Pasar Pelita II, Kelurahan Pekan, Kecamatan Binjai Kota. Rubiem (46) warga Ladang Kapas, Kecamatan Selesai, Jumat (23/1) mengadukan Zul alias P (56) pengutip lapak ke Mapolresta Binjai. Pasalnya Zul memaksa Rubiem membayar uang sebesar Rp 2 Juta untuk membayar lapak yang ditempati Rubiem.

Rubiem yang sudah 3 tahun berjualan sayur-sayuran dilapak yang menurutnya merupakan tempat umum, merasa keberatan dengan apa yang dilakukan Zul terhadap dagangan sayuranya yang selalu diganggu, karena uang yang diminta Zul sebesar Rp 2 Juta, sebagai uang ganti rugi lapak, yang diklaim Zul merupakan miliknya, tidak dibayar oleh Rubiem. Merasa dipermainkan Zul mengancam mengusir Rubiem dari lapak yang kini ditempatinya untuk berjualan sayur-sayuran.

Kepada POSMETRO MEDAN, Rubiem menceritakan, “Aku udah jualan ditempat itu, sudah tiga tahun, dulunya tempat itu kosong, makanya aku jualan disitu, namun belakangan ini datang si Zul itu, bilang sama aku, bahwa lapak yang aku pakai untuk jualan dia yang punya katanya, karena tak mau ribut-ribut, dengan terpaksa walau aku tahu lapak itu merupaka lahan milik Pemerintah, aku bayar uang yang dimintanya, aku bilang kalo bayar sampe dua juta, aku nggak punya uang, tapi kalau mau biar aku cicil sebesar Rp 100 Ribu perbulan, ku bilang sama si Zul, namun dia tidak mau, tetap memaksa harus membayar keseluruhan uang lapak yang kupakai, dan terus mengganggu te mpat jualan aku”, bilang Rubiem.

Kalo terus-menerus diganggu bagaimana mau jualan dengan tenang, sementara aku jualan untuk menghidupi tiga orang anak aku Bang, kalo nggak ng andalkan suami, yah tau sendiri lah kuli bangunan berapa gajinya, jadi untuk menyokong eknomi keluarga, dari pukul 03.00 Wib, saya sudah harus jualan sayur, sampai nanti siang hari, tergantung dengan hasil dagangan yang laku, kalo banyak yang beli, cepat pulang, kalo sepi, ya kadang-kadang sampe menjelang sore juga.makanya kalo dibuat seperti yang dilakukan si Zul dengan mengganggu jualan aku, serta mengancam akan mengusir aku kalo tak membayar uang tempat lapak, “Aku mau jualan dimana, bukan aku nggak mau bayar, tapi ya tolong mengerti, dah aku bilang bayarnya aku cicil, tapi dia yang nggak mau, jadi aku mau ngadu kemana,” bilang Rubiem.

Sementara Rubiem yang ditemani sahabatnya sesama pedagang sayuran, Manisa (33) warga Limau Sundai, Kecamatan Binjai Barat, juga mengalami hal yang sama seperti yang dialami Rubiem, “Aku baru 1 tahun jualan dilapak yang katanya milik Zul, gitu juga dia minta uang ke aku, katanya untuk ganti rugi lapak, katanya itu ada yang punya, jadi kalo memang mau dipake harus bayar sebesar Rp 1.800.000,-” bilang Nisa menirukan ucapan Zul padanya.

“Kalo lapak itu, setau aku nggak ada yang punya, dulu waktu pertama aku jualan tempat itu masih kosong, namun setelah setahun ini dia minta uang, untuk ganti rugi, katanya kepada aku.” Lokasi lapak yang berada dipinggir sungai dan juga dipinggir jalan lalu lintas angkot, itulah yang dibilang punya dia (Zul-red), Ku bilang sama dia, aku mau bayar tapi harus pake kwitansi, tapi dia tetap maksa harus bayar, kalo nggak mau bayar ya itu jualan kami diganggu, dan kami disuruh angkat kaki dari tempat kami nerjualan semula, terang Nisa pada POSMETRO MEDAN, di Reskrim Polresta Binjai.

Sementara di Polresta Binjai, saat pengaduan tersebut, Zul alias P juga datang bersama istrinya di Reskrim Mapolresta Binjai, didampingi Kasubdis Pendapatan Pasar Tavip Binjai, Syahrial, yang terlihat tegang berusaha mendamaikan kedua belah pihak, “Saya dah bilang kepada kedua belah pihak agar menyelesaikan ini secara kekeluargaan, namun bila satu pihak tidak mau menyelesaikan secara kekeluargaan silahkan teruskan pengaduan ini,” geram Syahrial, sambil pergi meninggalkan kedua pedagang,

Kapolresta Binjai AKBP Roberts K,Sik melalui Kasat Reskrim Polresta Binjai, AKP M Taufik,SE saat dikonfirmasi POSMETRO MEDAN, membenarkan adanya pengaduan pedagang sayur dan masih memproses laporan pengaduan tersebut, bilang Taufik.(Aswin)


0 Responses to “Nasib Pedagang Kecil Binjai “Bayar Jutaan Atau Digusur””



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Kalender Tulisan

Januari 2009
S S R K J S M
« Des   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Administratur

Photobucket

Kontibutor :

Darwis, Aswin, Fachruddin, Fandi Photobucket darwis pos metro

Banner Anti Korupsi

Photobucket banner bahaya laten korupsi

Link Berita :

Photobucket

Komunitas Blogger Sumut

Yang Mampir:

  • 267,159 pengunjung
Locations of visitors to this page [URL=http://flagcounter.com/more/Bqu][IMG]http://flagcounter.com/count/Bqu/bg=FFFFFF/txt=000000/border=CCCCCC/columns=2/maxflags=12/viewers=0/labels=0/[/IMG][/URL]

%d blogger menyukai ini: